Posts

Catatan Perjalanan untuk jadi Sarjana

Sudah tiga hari saya secara resmi menyandang status sebagai 'sarjana' lulusan biologi yang seharusnya berkompeten di bidang biologi. Saya hanya ingin merefleksi perjalanan agak panjang bagaimana saya bisa kuliah dan bisa jadi sarjana sains sekarang ini. Pertama, sebelum melangkah terlalu jauh, perlu dijadikan catatan bahwa gelar seseorang itu tidaklah merupakan suatu patokan yang pasti mengenai tingkat intelektual dari seseorang. Ada orang yang megoleksi banyak gelar, namun tak mampu menunjukkannya dalam dunia nyata bahwa dia berkompetensi atau paling tidak bisa bersikap di masayarakat seperti sewajarnya. Baiklah, kita mulai saja catatan perjalanan ini. Bagian 1. Aku lulus SMA dan aku ingin Jadi Dokter dengan masuk Fakultas Kedokteran, pernah mencoba UM di UGM dan universitas lain. Ternyata keberuntungan belum berpihak kepadaku. Di lain sisi, di saat yang bersamaan aku berpikir keras ketika menuliskan coretan di atas lembaran formulir PMDK di sekolahku, antara me...

Update Status ah...

Alhamdulillah... setelah sekian lama saya tidak menulis dan berbagi di Blog yang tertinggalkan ini, ada sedikit catatan yang akan saya tulis sore ini. 1. Alhamdulillah semua proses administrasi kelulusan saya sudah selesai, dan saya telah dinyatakan sebagai wisudawan Periode November 2010. "The red card" has been in my hand since October 29 and its mean that I am already registered for the graduation cermony. 2. Hari bersejarah dalam hidup saya ketika menerima Telepon pada tanggal 16 Oktober 2010 sekitar jam 10 pagi, ternyata Prof. Han Chang-Deok menelpon saya dari Korea, Beliau mengajukan beberapa pertanyaan (interview dadakan nih) dan akhirnya diputuskan sayalah yang akan beliau biayai untuk melakukan riset di laboratoriumnya dan beasiswa untuk Master degree di GNU (Gyeongsang National University) sebuah universitas negeri di Provinsi Gyongsang kalo saya tidak salah. Proses aplikasi dan pengiriman dokumen sudah saya lalui, unoficially saya sudah hampir dipastikan jadi ma...

Ribetnya Mau Lulus S1

Ha..ha.. ternyata banyak yang harus dilengkapi untuk dapat lulus S1 dan ikut wisuda.. biasa-lah.. birokrasi di Indonesia yang awalnya dibuat untuk memudahkan sistem administrasi terkadang justru mempersulit pelaku-nya. Misalnya untuk syarat pendaftaran wisuda, kita harus melengkapi formulir bebas tanggungan dimana kita minta tandatangan seabreg lab yang ada di fakultas.. yang meskipun kita tak pernah menginjakkan kaki di lab tersebut.. di satu sisi ini adalah ajang silaturahim ke penghuni lab dan orang-orang yang memiliki tanggungjawab berkaitan dengan lab atau lembaga tersebut. tetapi kadang karena susahnya "menemukan" orang-orang tersebut membuat kita memerlukan waktu yang cukup lama untuk dapet tandatangan.. wow.. sudah dua hari ini saya "membuang" atau menghabiskan waktu untuk menunggu dan minta tandatangan.. haha... nikmati saja.. sekali seumur hidup.. untuk bisa wisuda.. satu lagi.. semoga dapet keringanan atau pembebasan uang  POMA :)

Mau Bayi Laki-laki atau perempuan?

JAKARTA, KOMPAS.com  - Memiliki anak adalah impian setiap pasangan. Tapi memilih jenis kelamin si jabang bagi kebanyakan dari kita pasti merupakan hal tidak mudah. Namun baru-baru ini ada penelitian yang mengatakan cara alami bisa memprediksi jenis kelamin anak Anda. Dr. Caroline Tirtajasa, SP.OG dari rumah sakit Omni Medical Center menjelaskan bahwa "bermain" dengan masa subur bisa Anda jadikan sebagai cara alami untuk memilih jenis kelamin anak. Begini caranya: 1. Sebelum dan sesudah masa ovulasi Jika hubungan seks dilakukan sebelum atau sesudah masa subur, sperma x sebagai pembawa sel kelamin perempuan akan mengitari indung telur. Dalam keadaan itu sel sperma x punya kemungkinan besar membuahi sel telur. Ini memperbesar kemungkinan lahirnya bayi berjenis kelamin perempuan. 2. Saat masa ovulasi Jika Anda menginginkan bayi laki-laki, lakukan hubungan intim dengan pasangan di saat puncak ovulasi. Hal ini karena sel sperma Y yang lebih berpeluang untuk mem...

Zat Aditif Makanan

Jakarta, Hampir semua produk industri masa kini tidak ada yang bebas dari zat aditif (tambahan) dan zat pengawet. Keduanya telah digunakan dalam industri makanan, obat dan kosmetik selama ratusan tahun. Kenapa zat-zat ini harus dipakai? Badan Kesehatan Dunia (WHO), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), Badan Pengawas Makanan dan Obat AS atau Food and Drug Administration (FDA) dan Komisi Pangan Eropa atau European Commission's Scientific Committee on Food telah menjadi rujukan dunia bagaimana menggunakan zat aditif dan pengawet dalam industri. Seperti dilansir dari FDA, Selasa (12/10/2010) zat aditif didefinisikan sebagai zat yang digunakan secara wajar untuk mempengaruhi karakteristik setiap makanan yang dilakukan baik langsung maupun tak langsung. Tujuannya kebanyakan untuk menambah rasa. Zat aditif biasanya ditambahkan pada makanan. Bisa secara langsung pada makanannya atau tidak langsung seperti dalam proses pengolahan, pengemasan atau penyimpanan. Sed...

Anggrek Endemik

Image
JAKARTA, KOMPAS.com — Dari hasil identifikasi peneliti botani Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dan sejumlah peneliti asing, dua anggrek endemik Kalimantan dinyatakan sebagai spesies baru. Hal ini tertuang di dalam jurnal ilmiah internasional Malesian Orchid Journal yang terbit akhir September 2010. "Spesimen kedua jenis anggrek ini telah kami ambil sejak dua tahun lalu. Kemudian kami mengerjakan sketsa morfologi taksonominya. Sekarang, melalui sebuah jurnal ilmiah internasional, itu dinyatakan sebagai spesies baru," kata peneliti botani Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Destario Metusala, dari Unit Pelaksana Teknis Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Senin (27/9/2010). Ketiga penemu kedua spesies baru yang diberi nama Dendrobium flos-wanua dan Dendrobium dianae itu adalah Destario Metusala, Peter O'Byrne (praktisi anggrek di Singapura), dan JJ Wood (peneliti dari Herbarium Kew Botanical Garden, Inggris). "Sebaran kedua jenis i...

Tips dan Poin Penting Seleksi Beasiswa IELSP

Sesuai tulisan yang saya posting sebelumnya mengenai beasiswa IELSP yang dibuka kembali, saya menerima beberapa pertanyaan yang senada yang intinya giman asih tipsnya supaya bisa lolos. Berikut adalah re-post tulisan yang saya posting di milis beasiswa.. berikut tulisannya Sebelumnya saya menyampaikan terima kasih pada anggota milis karena dari milis ini saya memperoleh informasi IELSP. Saya sempat mengajukan pertanyaan yang hampir sama ( tanggal 14 April 2008), dan oleh moderator (saat itu "mas" Dhani Arifianto) dijawab namun tidak dilemparkan ke dalam forum. Semoga email ini masuk ke dalam forum. Saya belum alumni IELSP (karena belum berangkat ke US) namun saya adalah salah satu penerima IELSP Batch IV dan saat ini dalam proses persiapan dokumen untuk keberangkatan. IELSP batch IV hanya menerima 40 orang (diantara ribuan aplication form yang masuk dan ratusan yang lolos wawancara) yang nantinya diberangkatkan ke Universitas-universitas yang telah ditentukan ...