Tips Memotret Bulan


Foto menggunakan kamera Samsung WB750
Beberapa hari yang lalu saat purnama begitu indah, tiba-tiba notifikasi whatsapp di HP berbunyi. Foto dari seorang sobat di group teman-teman sma satu kelas dulu. Foto bulan yang begitu indah, bulat terang dan menampakkan betapa agungnya ciptaan Tuhan.

Saya jadi teringat beberapa bulan yang lalu saat fenomena supermoon lagi ramai dibicarakan, saat itu sebenarnya juga ingin berpartisipasi dan belajar memotret bulan yang indah. Sayangnya, sampai sekarang tidak punya lensa dlsr pasangan d90 untuk merangkai bingkai bulan dalam dalam tingkat zoom yang cukup. Urunglah niatan saya saat itu untuk ikut memotret bulan yang katanya dalam posisi yang bikin dia tampak besar alias super.

Karena ingatan itu, "ting" lampu di otak saya menyala, "kenapa nggak pake kamera saku aja" karena kebetulan saya punya kamera saku dengan maksimal zoom 18x, mereknya Samsung WB750 untuk memberikan gambaran lebih utuhnya (bukan bermaksud promosi, karena mungkin faktor kamera akan sangat berpengaruh pada settingnya). Akhirnya saya buka-buka lagi artikel-artikel fotografi yang dulu hobi saya baca dan berbekal tips singkat setting kamera dlsr dari sobat lama tadi juga sedikit banyak memberi gambaran lebih baik dalam memikirkan bagaimana setting yang ok untuk memotret bulan.
Jadi, untuk kali ini saya akan berusaha berbagi mengenai tips dan trik fotogradi bulan. Sebenarnya tulisan semacam ini sudah banyak beredar di internet, meskipun sebagian besar menggunakan Bahasa Inggris. Namun mungkin kali ini saya coba bahas dari umum dulu kemudian lebih ke pengalaman saya mencoba menggunakan kamera saku. Yup, betul! kamera saku! tidak selamanya harus menggunakan dslr, bisa kita coba menembus batas mengenai apa yang kamera saku harus dan hanya bisa lakukan!. #bagian ini makin gak jelas.

Dari berbagai sumber bisa kita peroleh pengaturan kamera yang disarankan untuk memotret bulan, diantaranya bisa dibagi menjadi dua hal utama, yaitu yang pertama apabila menggunakan tripod, atau bila kita mnggunakan tangan saja untuk memegang. Nah, beda diantara keduanya ini cukup signifikan karena dengan menggunakan tripod, kita akan lebih terbebas memikirkan akan hasil foto yang tidak fokus atau blur.
1. Jika menggunakan tripod
  • ISO 100 - 200
  • Aperture F11 - F14
  • Shutter  1/125 - 1/250
2. Jika tanpa tripod atau langsung "handheld" alias motret langsung.
  • ISO 800-1000
  • Aperture f8 - 9
  • Shutter 1/1000 - 1/1500

Akan saya sedikit bahas satu per-satu.

Pengaturan ISO: Hal ini cukup krusial, semakin rendah ISO kamera maka semakin sedikit noise yang ditimbulkan pada aera gelap foto kita. Saya merekomendasikan untuk menggunakan ISO paling rendah yaitu ISO 100 atau 200. Namun kita akan lebih memerlukan setting ISO yang lebih tinggi jika kita memilih untuk memotret menggunakan tangan, tanpa tripod. Hal ini berkaitan dengaan aperture dan kecepatan shutter yang harus di pilih. Dengan menggunakan ISO tinggi, maka kita bisa menggunakan kecepatan bukaan lensa yang lebih cepat sehingga meminimalisir hasil yang tidak fokus dan blur. Selain itu iso lebih tinggi harus diimbangi dengan aperture atau bukaan diafragma lensa yang sedikit lebih besar (angka semakin kecil berarti bukaan diafragma makin besar, misalnya f2 maka dia bukaan akan sangat lebar dan lebih banyak cahaya masuk dibandingkan f8).

Pengaturan Aperture atau bukaan diafragma lensa: Pada intinya, pengaturan bukaan lensa yang diperlukan adalah tidak terlalu lebar misalnya pada f2.8 merupakan bukaan yang terlalu lebar. apabila bukaan lensa terlalu lebar maka kita akan kehilangan detail tekstur bulan dan bahkan akan menjadi terlalu terang. Bukaan diafragma yang kecil dapat menangkap detail bulan lebih baik, tentunya dengan pengaturan lain yang juga sesuai.

Pengaturan Shutter speed/kecepatan bukaan rana: Sama halnya dengan bukaan diafragma, pada prinsipnya semakin pelan shutter terbuka maka semakin banyak cahaya masuk dan semakin besar kemungkinan untuk memperoleh foto yang kurang fokus karena getaran tangan kita. Shutter cepat perlu dilakukan untuk mengimbangi getaran yang yang ada ketika memotret tanpa menggunakan tripod. Oleh karena itu setting shutter akan jauh berbeda antara bilang menggunakan tripod atau tidak. dengan shutter 1/250 apabila digunakan tanpa tripod maka kemungkinan besar akan kita peroleh gambar yang tidak fokus.

Selain ketiga poin di atas yang seringkali disebut sebagai “segitiga fotografi” yaitu tiga poin pengaturan penting yang menentukan kualitas/ketepatan gambar yang kita peroleh, ada hal yang sangat penting dalam memotret bulan yang merupakan benda jauh. Poin penting tersebut adalah besarnya atau kekuatan zoom lensa yang kita pakai dan resolusi maksimal kamera kita yang biasa disebut dengan megapixel. Pada kamera DSLR biasanya minimal yang baik digunakan untuk memotret bulan adalah dengan lensa di atas 200mm. Semakin tinggi maka akan semakin baik kualitas foto yang diperoleh karena kita akan bisa memotret dengan jarak lebih dekat dan detail. Mengenai resolusi kamera merupakan salah satu alternatif yang baik, karena dengan resolusi tinggi kita bisa melakukan crop atau memotong obyek lain yang tidak diinginkan sehingga foto bulan menjadi tampak lebih besar.

Memotret menggunakan kamera saku (Pocket Kamera)
Memotret bulan menggunakan kamera saku memerlukan kamera yang bisa di atur secara manual segitiga fotografi yang dijelaskan di atas (ISO, Aperture, Shutter). Akhir-akhir ini semakin banyak jenis kamera yang bisa di atur manual dengan harga yang sangat bervariasi, mulai dari yang murah hingga sangat mahal yang melebihi harga dslr pemula. Selain itu ada hal lain yang diperlukan ketika memotret bulan. Mungkin lebih mudah apabila dijabarkan dalam poin-poin berikut.
  • Memerlukan kamera yang bisa di atur secara manual, jika tidak bisa ketiganya anda bisa dengan kombinasi-kombinasi yang dimiliki oleh kamera Anda
  • Kamera dengan kemampuan zoom yang tinggi diperlukan untuk foto yang lebih detail
  • Penggunaan tripod sangat disarankan, karena kamera saku lebih rentan terhadap getaran apalagi pada zoom tinggi
  • Gunakan resolusi foto tertinggi yang dimiliki oleh kamera supaya bisa di crop pada obyek yang di inginkan lebih dekat
  • Gunakan timer kamera untuk mengurangi getaran tangan dan kamera ketika menekan tombol capture
Post-processing
Untuk memberikan hasil akhir yang lebih baik, kita bisa melakukan re-touch foto kita menggunakan software editor foto. Tentu salah satunya adalah cropping foto yang diperoleh sehingga menjadi lebih dekat. Editing lain yang mungkin bisa saya sarankan adalah menaikkan pengaturan ketajaman (sharpness) kemudian atur kontras dan cahaya sehingga detail bulan lebih tampak. Saya tidak ahli di bidang edit-edit foto, jadi hanya bisa menyarankan untuk edit beberapa hal sederhana tadi untuk tampilan yang lebih baik.

Demikian beberapa tips memotret bulan yang sementara bisa saya bagi. Artikel lain tentang fotografi saya usahakan minimal hadir setiap satu bulan sekali. Karena fotografi adalah salah satu hobi saya.

Jinju, malam tanpa bulan berselimut kabut.

Comments

Popular posts from this blog

Tips Belajar Menyetir Mobil dalam Seminggu

Belajar Menyetir Mobil Hari Pertama

Bagaimana membuat Time-lapse Video Menggunakan Smartphone