coretan tujuhbelasan
Mistis dan senyapnya punggung Argopuro,
semilir angin dan pekatnya malam alas purwo,
Biru hijaunya hamparan savana Baluran,
coklat pucat dan liuk lekuk hamparan pasir bromo..
semilir angin dan pekatnya malam alas purwo,
Biru hijaunya hamparan savana Baluran,
coklat pucat dan liuk lekuk hamparan pasir bromo..
Membuat alunan nyanyian darah yang mengalir dalam kapiler ini..
Semakin merindumu..
Semakin merindumu..
Aroma tetes hujan menelusup antara hirup oksigen menyesak paru,
Silau mata memandang pucuk tiang merah putih yang menari indah..
Bersama itu pula denting lonceng rindu bergema..
Silau mata memandang pucuk tiang merah putih yang menari indah..
Bersama itu pula denting lonceng rindu bergema..
Gema lama.. Tentang indahnya negeri yang jutaan langkah terpisah..
Merdeka absurd, rindu bersungut, dan bangga berkabut..
Melebur malam ini diantara separuh bulan syawal..
Antara teriakan lengkingan merdeka
Enam puluh delapan tahun yang lalu.
Enam puluh delapan tahun yang lalu.
Jinju, malam berbulan separuh saat angka enam delapan bergema di Tanah air..
Comments
Post a Comment